KAPOLDA NTB Minta Peserta Pilkada Patuhi Prokes Covid-19

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px


 

KAPOLDA NTB Minta Peserta Pilkada Patuhi Prokes Covid-19

Kalingga
Jumat, 18 September 2020


Mataram– Warning Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal dalam pelaksanaan Pilkada Serentak pada tahun 2020 akan dipidanan jika tak mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19).

Hal ini disampaikan Mantan Humas Mabes Polri ini pada acara Deklarasi dan Komitmen Bapaslon Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota untuk Siap Mematuhi Protokol Kesehatan COVID-19 pada Semua Tahapan Pemilukada Serentak 2020' di Nusa Tenggara Barat.

"Perjalanan masih panjang. Ancaman COVID-19 masih di depan mata. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan masih menjadi sangat penting. Silakan berkompetisi, silakan berkampanye, tapi jangan lupa protokol. Karena yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat," ucap Iqbal dalam  siaran pers Bidang Humas Polda NTB, Kamis Siang (17/9).

Diketahui sebanyak 23 Bapaslon kontestan Pilkada yang mengikuti kegiatan tersebut yang dipusatkan di Lapangan Tenis kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu Ketua KPUD Provinsi NTB Suhardi Saud menyampaikan pada 23 September 2020 akan dilakukan penetapan bapaslon menjadi paslon. Dilanjutkan dengan proses pencabutan nomor urut pada 24 September.

Menurutnya, Kampanye nanti dibatasi hanya 50 orang, sementara kegiatan di luar ruangan ada pembatas. Untuk kegiatan umum maksimal 100 orang, namun teknis penyelenggaraan sudah diatur sesuai ketentuan, ujarnya yang diamini oleh Ketua Bawaslu NTB.

Dalam siaran Persnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Hari Brata kemudian memaparkan sanksi bagi pelanggar protokol Kesehatan.

"PKPU No 10 Tahun 2020, Perda Provinsi NTB Nomor 7 Tahun 2010, Pergub NTB Nomor 50 Tahun 2020, UU Karantina Kesehatan, KUHP (dikenakan) apabila bapaslon melanggar. Saya nyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari jerat pidana. Oleh karena itu, mari kita semua bersama menjaga protokol ini dengan ketat, dan bisa menjalani pemilukada dengan semua tetap sehat," Unggap Hari Brata. (Red)