Proyek Dini Hari (RSIA), Menuai Protes Warga Banyuning Buleleng

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px


 

Proyek Dini Hari (RSIA), Menuai Protes Warga Banyuning Buleleng

Idham Redaksi Buleleng
Senin, 26 Desember 2022

Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit RSIA Singaraja

Singaraja-Buleleng| Pelaksanaan pembangunan pada Proyek Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Singaraja usai pekerjaan struktur mulai dilanjutkan ke fase arsitektur, meski demikian proyek yang berlokasi di Jalan Pulau Komodo, Banyuning Utara, Buleleng, masih mengabaikan keluhan sejumlah warga. Bahkan Komisi II DPRD Buleleng sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek berkaitan dengan pekerjaan proyek hingga dini hari, sehingga sangat menganggu ketertiban umum, karena dekat dengan areal pemukiman warga sekitar.


Direktur Utama RSIA Puri Bunda, dr. Ida Bagus Semadi Putra Sp. OG., membeberkan "saat acara (Topping Off Ceremony) ditandai dengan selesaianya fase konstruksi struktur sipil (Sabtu, 24/12/22).

"Sejak dilakukan (ground breaking) peletakan batu pertama yang dilakukan, pekerjaan struktur selesai (on schedule) dan pembangunan gedung RSIA Puri Bunda Singaraja, diharapkan selesai pada Bulan Juli 2023 dengan semua strukturnya."

”Paralel dengan itu seluruh perizinan operasional dan itupun setelah mendepatkan sertifikat layak gedung termasuk instalasi pengolahan limbah dan ini yang paling kritikal, kita tidak mau nyolong-nyolong disitu. Agar semua sesuai,” ujar dr Ida Bagus Semadi Putra.


Selain itu soal izin operasional terkait rekruitmen tenaga kerja ke Dinas Tenaga Kerja disebutkan, syarat tenaga kerja rumah sakit sangat kompleks karena berkaitan dengan komptensi. Seluruh tenaga kerja yang terlibat dengan kualifikasi tertentu termasuk farmasi dan apotekernya mesti dipersiapkan dengan matang. 

”Itu memerlukan izin tersendiri terkait kompetensi yang diurus di dinas terkait. Dan kami juga memastikan sebelum beroperasi semua sesuai, soal baku mutu air agar benar-benar steril dan tidak tercemar,” tegasnya.

"Pada bagian lain, Semadi Putra juga menyebutkan, secara paralel dilakukan bersamaan penyiapan manajemen proyek operasi memasuki fase pengadaan alat-alat kesehatan, sistem informasi manajemen  rumah sakit, penyediaan dan pengorganisasian sumberdaya manusia, membangun kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten Buleleng dan memenuhi persyaratan-persyaratan untuk memperoleh ijin Operasional Rumah Sakit pada tahun 2023."


Sementara itu, Kepala Proyek Construction Management, Ir. Ida Bagus Wiranatha membeberkan"pembangunan gedung RSI Puri Bunda Singaraja, lebih mengacu pada Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) meliputi fasilitas rumah sakit dengan (katagori type C) mencakup layanan kepada seluruh lapisan  masyarakat. "

“Setelah seluruh pembangunan gedung selesai akan ada akreditasi layak fungsi dan akreditasi rumah sakit. Semua dicek dari alat hingga keahlian orang-orang yang terlibat didalamnya. Artinya bangunan gedung dengan semua fasilitasnya disesuaikan dengan karakter rumah sakitnya,” ujar Wiranatha.

Sementara berkaitan dengan masih adanya keluhan warga dan aksi sidak yang dilakukan Komisi II DPRD Buleleng belum lama ini, baik manajemen RSIA maupun pelaksana proyek tidak memberikan komentar.

Untuk diketahui, rencana pembangunan rumah sakit itu dilakukan dalam tiga tahap pembangunan dan adapun fasilitas RSI Puri Bunda mencakup fasilitas tindakan terintegrasi di satu lantai meliputi Layanan Ambulan, Unit Gawat Darurat fam Ruang Isolasi, Ruang Bersalin, Kamar Operasi, Ruang Pemulihan, Ruang Intensive-Care, Unit Diagnostik Laboratorium, USG dan Rontgen, Ruang Bayi, akan memungkinkan akses layanan kesehatan responsif dengan standar layanan terbaik Puri Bunda bagi masyarakat Singaraja khususnya, dan Buleleng pada umummya. (TIM).***