Singaraja -- Keberadaan sebuah lahan yang dipagari kawat di bilangan Pantai Penimbangan Timur menjadi perhatian serius ketua Aliansi Pemuda Buleleng Bagus Okta Wirawan.
Sosok pemuda yang kini aktif didunia advokat ini sangat menyayangkan aksi pemagaran yang diklaim oleh oknum yang mengklaim kepemilikan tanah tersebut.
" Saat kami balik dari kunjungan ke rumah klien tiba tiba menemukan kawasan kumuh yang dipagari kawat, hal ini sangat mengganggu pemandangan padahal pantai penimbangan kita kenal sebagai kawasan wisata," ucapnya kepada media.
Lebih lanjut ia mengkritisi keberadaan bangunan bangunan sisa perombakan yang terlihat kumuh dikawasan tersebut.
" Kami meminta perbekel, pol PP dan bahkan bupati perintahkan jajarannya menata kawasan ini, sebagai generasi muda kami sangat prihatin asset wisata yang jelas sumbangsihnya bagi perekonomian masyarakat ditelantarkan dan dibiarkan kumuh, Bupati jangan hanya tata titik nol km sebagai proyek ambisius halaman muka kita yakni dipesidir dibiarkan kumuh dan jorok," jelasnya.
Selain itu ia menghimbau kepada siapapun pemilik lahan agar menata dan bukan memagari akses warga menikmati kawasan pantai penimbangan.
" Kita nggak peduli ini punya siapa tapi tanggung jawab bersama untuk menata kawasan ini menjadi kawasan friendly tourism," pungkas Okta.***

