Oleh: HMI Cabang Singaraja
Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi merupakan amanah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berpendidikan.
Memasuki 81 tahun kemerdekaan, masih banyak persoalan yang dihadapi bangsa, mulai dari ketimpangan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga tantangan demokrasi. Kondisi ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan belum selesai hanya dengan perayaan dan seremoni.
Bagi HMI Cabang Singaraja, momentum kemerdekaan harus menjadi ruang refleksi sekaligus penggerak untuk bertindak. Pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change, agent of social control, dan iron stock yang tidak hanya kritis terhadap persoalan bangsa, tetapi juga mampu menawarkan gagasan dan solusi.
Mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pengetahuan harus dibawa untuk membaca persoalan masyarakat, menyuarakan kepentingan rakyat, serta diwujudkan melalui pengabdian dan gerakan yang nyata.
Jika generasi terdahulu berjuang melawan penjajahan, maka tugas generasi hari ini adalah melawan kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, korupsi, disinformasi, dan berbagai persoalan yang menghambat kemajuan bangsa.
Karena itu, 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum bagi pemuda untuk bergerak, berpikir kritis, dan mengambil peran.
Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk diisi dengan ilmu, integritas, dan pengabdian kepada rakyat.
HMI Cabang Singaraja
Periode 2026–2027

.jpeg)
