REPDEM BALI KUTUK AKSI TERORISME DI MARKAS BRIMOB

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px


 

REPDEM BALI KUTUK AKSI TERORISME DI MARKAS BRIMOB

Kalingga
Jumat, 11 Mei 2018









DENPASAR.
Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Bali mengecam aksi teror di Mako Brimob
Kelapa Dua, Depok, melakukan kekejaman dengan merampas senjata, menyandera,
menyiksa bahkan membunuh para petugas dengan cara-cara yang keji, kejam dan di
luar batas kemanusiaan, Hal ini diungkapkan  Ketua DPD Repdem Bali Anak Agung Triana Tira, menyesalkan
dan mengutuk kekejakaman mirip ISIS pada Selasa (08/5) lalu.





“Ini
bukan sekedar, persoalan nasi bungkus, tetapi gerakan teroris yang terencana,
sistematis mereka berstatus tahanan di sana bisa membuat aksi keji,” tukas Tira
dalam perbincangan di Denpasar, Kamis (10/5) bersama jajaran pengurus Repdem
Bali seperti Sekretris Umum Agung Surya/Jik Elok dan Wakil Ketua I Made Ramia
Adnyana, Agung Mas Triana Dewi, Komang Widiartha, Mangku Surya, Aditya
Narahinda dan Cok Indah.





Banyak
yang tidak percaya, bagaimana mungkin mereka bisa melakukan tindakan seperti
itu. Kemungkinan saja, aksi itu terjadi karena lemahnya sistem keamanan di Mako
Brimob. Seharusnya, petugas yang berjaga sangat terlatih dan memiliki kemampuan
dalam menjaga keamanan.





“kita
harus meningkatkan kemampuan intileijen kita termasuk meninjau ulang fungsi
penjara di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, sehingga tidak kecolongan, kita
berharap kejadian keji yang dilakukan Tahanan Teroris ini pada aparat tidak
terulang kembali, ” harap Tira.





"Kami
Repdem Bali menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada lima anggota polisi dan
keluarga yang ditinggalkan," tandasnya.





Repdem
mengutuk keras aksi tidak berperikemanusiaan yang dilakukan napi teroris seraya
berharap ke depan jangan sampai terjadi aksi seperti itu dimanapun tempat di
Indonesia. 
Sejak
kejadian itu, Repdem tegas menyatakan tidak takut dengan aksi teror semacam
itu. Pihaknya mendukung Sikap tegas yang diambil Presiden Joko Widodo yang juga
menyampaikan duka cita mendalam terkait aksi Mako Brimbob.





Jokowi
juga meminta kepolisian mengusut tuntas, bekerja profesional dan menegaskan
tidak takut dengan aksi teroris. 
Bagi
Tira, kejadian itu, jelas merupakan ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI, dan
sangat terkait dengan aksi-aksi radikalisme sebelumnya.





Untuk
itu, pihaknya mendorong aparat kepolisian termasuk di Bali, mengambil langkah
antisipasi cepat sedini mungkin terhadap segala hal atau tindakan yang bisa
mengancam keamanan dan kedaulatan. (Rillies)