Panen Raya Deplot Sorgum BMI Buleleng Seluas 12 Hektare Di Desa Kubutambahan

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px


 

Panen Raya Deplot Sorgum BMI Buleleng Seluas 12 Hektare Di Desa Kubutambahan

One Redaksi
Minggu, 16 April 2023

Ketua BMI Melakukan Panen Raya Deplot Sorgum Di Desa Kubutambahan

 Kabar Buleleng-Panen Sorgum  Kembali Dilakukan oleh Banteng Muda Indonesia Buleleng(BMI) kali ini Panen di Deplot seluas 12 Hektare yang berada Dusun Tukad Ampel, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng  Minggu (16/4).

Deplot yang ada di desa Kubutambahan ini merupakan deplot yang terbesar dijadikan oleh BMI yang bekerjasama dengan petani untuk membudidayakan tumbuhan yang merupakan tumbuhan yang dijuluki Jagung Gembal Ini atau juga yang merupakan ikon dari kabupaten Buleleng ini .

Ketua DPC BMI Buleleng Dr, dr Ketut Putra Sedana SP,Og Mengatakan Pihaknya dari BMI bersama CV Sari Sorgum memilih untuk mengembangkan sorgum karena mengingat saat ini dunia tengah terkena krisis efek Perang antara Ukraina dan Rusia. Atas dasar itulah pihaknya bersama CV Sari Sorgum serta dibantu Petani mengembangkan Sorgum sebagai tanaman pangan pengganti nasi. Saat ini BMI Di Buleleng ada  ada di Kecamatan Kubutambahan, Tejakula, Sawan dan Buleleng. 

"Saat ini di Buleleng BMI Sudah mengembangkan sorgum ada di beberapa wilayah yang ada di kecamatan yang ada di kecamatan Kubutambahan, Tejakula, Sawan dan Buleleng, terlebih lagi di beberapa tempat yang menjadi deplot sorgum ini tanah di daerah tersebut merupakan lahan Kering . " Ujar dr.Caput

dr Caput mengatakan pihaknya tidak hanya sekedar melakukan sosialisasi saja namun memberikan pendampingan saat penanaman,Perawatan ,sampai panen bahkan siap menyerah hasil panen untuk diproduksi menjadi bahan pangan yang siap mendapatkan hasil
"Kami Tidak hanya melakukan sosialisasi saja kami tetep melakukan pendampingan ketika penaman saja, melaikan Perawatan,Panen hingga pengolahan hasil panen yang,bahkan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan beberapa produsen pengolahan sorgum, sehingga para petani tidak bingung memasarkan hasil panen nya,"ujar

Sementara Kabid Tanaman Pangan  Dinas Pertanian Buleleng, I Gusti Ayu Maya Kurnia mengatakan, pengembangan  shorgum di Buleleng sendiri sudah sejak tahun  2019. Jadi sampai saat ini sudah terhitung kurang lebih 5 tahun dikembangkan sehingga nantinya sorgum di Buleleng bisa menggeliat dan dapat mensejahterakan para petani.

"Pengembangannya akan dilakukan kisaran bulan November dan Desember mendatang, sesuai dengan permintaan  petani. Karena  shorgumnya akan ditanam berdampingan dengan jagung. Pemerintah pusat memberikan bantuan dalam bentuk benih yang akan diberikan melalui Satker TP Distanpangan Bali," ujar Maya.

Maya menyebut seluruh kecamatan di  Buleleng sejatinya berpotensi untuk ditanami  shorgum. Sebab penanamannya dapat dilakukan di lahan kering.Namun pihaknya tidak bisa memaksa para  petani, yang saat ini masih fokus pada penanaman padi dan palawija.



Untuk menjawab kekhawatiran petani pasca panen, pihaknya kata Maya juga telah memiliki Unit Pengolahan Hasil (UPH) di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak yang baru selesai dibangun pada akhir 2022 lalu. UPH tersebut kata Maya, menyerap produk shorgum para petani untuk diolah menjadi beras dan tepung.Selain itu, pihaknya juga saat ini tengah melakukan pendekatan dengan perusahaan Java Food, sehingga produk petani dapat terserap.

"Java Food baru sebatas sosialisasi saja, belum ada perjanjian yang mengikat, kami akan follow up lagi," tandasnya.(Red

.