Diskusi Politik KDR bersama Dr. Gede Wardhana untuk Buleleng yang Berkelanjutan

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px


 

Diskusi Politik KDR bersama Dr. Gede Wardhana untuk Buleleng yang Berkelanjutan

Sabtu, 01 Juni 2024

Kabar Buleleng -- Kadek Doni Riana, S.H., M.H bertemu dengan Dr. Gede Wardhana S.E, M.Si dalam suasana kekeluargaan, pada Sabtu petang, (01/06/2024).


Dalam kesempatan tersebut Kadek Doni Riana SH MH menyampaikan bahwa kunjungannya adalah bentuk silaturahmi dan ingin meminta petunjuk terkait situasi dan kondisi perhelatan pilkada 2024.


KDR juga meminta restu dan arahan terkait bagaimana membangun buleleng ke depan dengan segala aspek yang dimiliki dan Sumber Daya Alam yang begitu banyak.


" Kita harus kembalikan iconik buleleng sebagai kota pendidikan," ucap Doktor Wardana yang pernah menjabat wakil bupati Buleleng 2004-2009.


Diketahui dibawah kepemimpinan Bagiada Wardana banyak menoreh prestasi sekaligus menata pembangunan Buleleng.


Seperti, perancangan pembanguann 2 pusat pembangkit listrik, penataan taman kota, rehabilitasi gedung gedung birokrasi pasca kerusuhan 1998.


Selanjutnya KDR juga banyak berdiskusi terkait pembangunan berkelanjutan buleleng seperti perancangan imfrastruk publik, pelestarian aspek pertanian dan subak, optimalisasi aspek kelautan serta pengawalan program Prabowo Gibran terutama Pembangunan Bandara Bali Utara.


Hasil diskusi dengan Dr Wardana juga,terkait perhelatan pilkada di Buleleng 2024 nantinya, KDR juga berharap bisa berjalan demokratis, dan partai partai nantinya, betul betul mampu mendengar aspirasi masyarakat.


"Prinsip KDR, adalah bagaimana Prilaku politik elit dan masyarakat bisa sinergis, kita saling merangkul dan mampu merencakan dan mewujudkan kebutuhan masyarakat," tegas KDR seusai pertemuan.


Terkait peluangnya maju dalam pilkada, KDR menyebut pihaknya akan terus melakukan silaturahmi dengan semua tokoh dibuleleng, seperti sebelumnya bertemu dengan Anggota DPR RI Terpilih Dapil Bali dari partai demokrat, Tutik Kusuma Wardani.


"Kita sudah menggalang koalisi non parlemen, mendaftar di PKB, Demokrat dan Hanura dari Partai Peraih kursi parlemen. sebagai ikhtiar menyampaikan aspirasi 39.000 lebih pendukung kita yang terganjal via jalur calon independen," Lanjut KDR seraya menyampaikan akan juga mendaftar jika dari partai lain membuka pendafyaran terutama dari Koalisi KIM Plus. (TIM)